25.2.15

BJ Habibie ,79 tahun, Bapak Teknologi dan Demokrasi Indonesia



Prof. DR (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie atau dikenal sebagai BJ Habibie (79 tahun) merupakan pria Pare-Pare (Sulawesi Selatan) kelahiran 25 Juni 1936. Habibie menjadi Presiden ke-3 Indonesia selama 1.4 tahun dan 2 bulan menjadi Wakil Presiden RI ke-7. Habibie merupakan “blaster” antara orang Jawa [ibunya] dengan orang Makasar/Pare-Pare [ayahnya].

Dimasa kecil, Habibie telah menunjukkan kecerdasan dan semangat tinggi pada ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya Fisika. Selama enam bulan, ia kuliah di Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB), dan dilanjutkan ke Rhenisch Wesfalische Tehnische Hochscule – Jerman pada 1955. Dengan dibiayai oleh ibunya,  R.A. Tuti Marini Puspowardoyo, Habibie muda menghabiskan 10 tahun untuk menyelesaikan studi S-1 hingga S-3 di Aachen-Jerman.
Berbeda dengan rata-rata mahasiswa Indonesia yang mendapat beasiswa di luar negeri, kuliah Habibie (terutama S-1 dan S-2) dibiayai langsung oleh Ibunya yang melakukan usaha catering dan indekost di Bandung setelah ditinggal pergi suaminya (ayah Habibie). Habibie mengeluti bidang Desain dan Konstruksi Pesawat di Fakultas Teknik Mesin. Selama lima tahun studi di Jerman akhirnya Habibie memperoleh gelar Dilpom-Ingenenieur atau diploma teknik (catatan : diploma teknik di Jerman umumnya disetarakan dengan gelar Master/S2 di negara lain) dengan predikat summa cum laude.

KISAH SUKSES MOORYATI SUDIBYO, usia 87 tahun tetap semangat bisnis



Soedibyo, kelahiran Sleman. Yogyakarta, sarjana tekstil pensiunan pejabat tinggi departemen perindustrian. Sedang istrinya, yang mungkin lebih banyak diketahui, cucu Raja Surakarta Susuhunan Paku Buwono X. Pribadi mandiri yang sejak usia tiga tahun telah digembleng neneknya, tinggal bersama di Keputren Keraton. Sebagai wanita pengusaha, Mooryati adalah produsen berbagai ragam jamu dan kosmetika tradisonal, plus sekian banyak usaha bisnis lainnya. 

 https://www.pyraboost.com/12031956


Mooryati sangat bersemangat dalam memajukan usahanya. Sesuatu yang wajar. Bahkan sesungguhnya harus menjadi jati diri setiap pengusaha. Apalagi karena sifat bisnisnya sebuah produk, menjadi tidak relevan tuduhan menerima fasilitas. Sebab dalam hal ini, tingkat keberhasilan justru akan tergantung kepada penerimaan masyarakat pengguna produknya. Sekalipun menikmati fasilitas berlimpah, banyak produk sejenis juga bertebaran di masyarakat. Pandangan masyarakat menjadi batu ujian, kualitas produknya baik atau jelek, punya daya saing atau tidak. 

Edi,78 tahun, Veteran Perang Timor-Timur dan Rahasia Kesehatannya





Pria kelahiran Bandung 22 Februari 1938 ini mengaku, selamat dan tetap hidup sehat setelah melewati beberapa tugas Negara; menumpas DI/TII, Permesta, dan RMS - serta 3kali tugas di Timor-Timur, karena tak pernah mengganggu Wanita, dan tak pernah mencuri Harta Ghanimah!



Tubuhnya jangkung, penampilan fisiknya masih gagah, lelaki yang hoby olahraga bulutangkis serta volley-ball ini, kini-ditahun 2012 , masih bekerja sebagai SATPAM disebuah toko meubel dan di sebuah Bank terkenal.


Mengaku tak pernah kecanduan minuman keras, tapi EDI pernah memenangkan pertandingan “kuat-kuatan” menenggak alkhohol- antar batalyon tentara, saat bertugas di Jakarta.

Di tahun 1962, Edi terpilih masuk jajaran Elite Militer- CAKRABIRAWA, sebagai Pengawal Presiden Soekarno di Jakarta.